Beasiswa Tunas Muda Indonesia, Sasar Anak Petani Kelapa di Banyuasin

BANYUASIN, WARTA DULUR – Sebanyak empat orang siswi kelas XII di Desa Muara Sungsang, Kecamatan Banyuasin II hari ini, Ahad (25/10/2020) mengikuti rangkaian seleksi penerima manfaat Beasiswa Tunas Muda Indonesia (BTMI). Adapun rangkaian seleksi di Kantor Desa Muara Sungsang itu terdiri dari seleksi administrasi, seleksi Tes Potensi Akademik (TPA) dan tes wawancara.

Kantor Desa Muara Sungsang

Sesuai dengan sebutan tunas muda, BTMI diinisiasi sebagai bentuk investasi sumber daya manusia yang memiliki cita-cita mulia yaitu menciptakan generasi yang beriman, cerdas dan memiliki semangat pengabdian.

BTMI mengelola dana dari beberapa pihak dibawah naungan Yayasan Negarawan Muda Indonesia yang melakukan pembinaan, dan pendampingan terhadap siswa SMA/SMK/MA kelas 3 di Banyuasin anak petani kelapa khususnya saat ini di Desa Muara Sungsang.

Para penerima BTMI nantinya akan mendapatkan hak berupa:

  1. Mendapatkan dana penunjang untuk program aktifitas sebesar Rp 250.000,/Bulan selama 1 tahun
  2. Mendapatkan Support pembayaran Aplikasi Zenius
  3. Mentoring program 1 bulan sekali baik tatap muka maupun daring
  4. Mendapatkan akses informasi dunia luar baik pendidikan maupun dunia yang berhubungan dengan passion penerima
  5. Mendapatkan dukungan/fasilitas mengikuti seleksi beasiswa di perguruan tinggi tujuan (PTN, PTS dam Kedinasan)
  6. Mendapatkan pendampingan selama di kampus dan pasca kampus
Peserta seleksi BTMI sedang menerima pengarahan dari panitia seleksi

Di samping itu, penerima juga memiliki kewajiban sebagai berikut:

  1. Menjunjung tinggi akhlak yang baik yang dicerminkan dengan karakter kepribadian.
  2. Tidak telibat dalam kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai atau norma misalnya mabuk, narkoba, berjudi ataupun hal terlarang lainnya.
  3. Mengikuti seluruh program yang diselenggarakan oleh program Beasiswa Tunas Muda.
  4. Siap menerima konsekuensi pemutusan akad jika:
  • a. Tidak menjunjung tinggi akhlak yang sudah disepakati dalam program.
  • b. Indisipliner dan mencemarkan nama baik program.
  • c. Tidak mematuhi ketentuan/tidak mengikuti pembinaan.

Para penerima juga selama satu tahun wajib menjalani program individu maupun kelompok, misalnya penugasan kepenulisan atau pendirian ruang baca desa.

Tinggalkan komentar

Tell how may we help you?